Setengah tahun setelah Launching Kelurahan Modern Berwawasan Lingkungan pada 17 Mei 2008 yang lalu, Kelurahan Bukit Sangkal semakin berbenah. Setelah sebelumnya melengkapi Kelurahan dengan Hostpot gratis, Website Kelurahan pertama di Kota Palembang (www.bukitsangkal.kampungdigital.com), Pengolahan Sampah Terpadu dengan sistem kompos, pengelolaan lingkungan dengan program ramah lingkungan dan sumur resapan, kini Kelurahan Bukit Sangkal meningkatkan kepedulian lingkungan dengan teknologi 3R (reuse, reduce and recycling) yang merupakan peningkatan dari program kompos.
Program 3R Kelurahan Bukit Sangkal merupakan kerjasama Pemerintah Kelurahan dengan Departemen PU melalui Dinas PU Cipta Karya Propinsi Sumsel. Program ini akan mengintegrasikan pengelolaan persampahan pada minimalisir sampah akhir/sisa dengan program pemanfaatan kembali sampah (reuse), mengurangi sampah (reduce) dan daur ulang (recycling). Daur ulang ini diberlakukan terhadap sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi. Dengan teknologi ini diharapkan sampah sisa yang diangkut ke TPA bisa berkurang sampai dengan 75%. Program 3R didukung dengan adanya penambahan mesin crusher (penghancur) plastik untuk proses daur ulang plastik dan kerjasama dengan perusahaan yang akan menampung limbah kantong plastik (asoy) yang merupakan limbah anorganik dominan.
Instalasi 3R memiliki bangunan yang permanen dan lebih disempurnakan. Terdiri atas 1 bangunan dengan 4 ruangan yaitu ruang kantor, ruang gudang, ruang mesin dan ruang proses/pemilahan. Dilengkapi dengan 3 jenis mesin yaitu mesin pencacah sampah, mesin pengayak kompos dan mesin penghancur plastik (crusher). Terletak di Jalan Sambung Rasa RT.22 Kelurahan Bukit Sangkal Palembang. Instalasi ini sudah memasuki tahap finishing 90%, dan dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan mesin-mesin dan pengadaan kotak sampah 3 in 1, yang akan memisahkan sampah organik, anorganik dan B3 (limbah berbahaya). Tahap akhir adalah sosialisasi 3R kepada masyarakat.
Lurah Bukit Sangkal pada peninjauan progress pembangunan instalasi tersebut menyampaikan bahwa lokasi RT.22 Kelurahan Bukit Sangkal yang telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan Pilot Project akan menjadi model bagi RT-RT lain dalam berbagai program seperti 3R, pengembangan TOGA, sumur resapan, RT/RW net, dan teknologi tanaman hidroponik yang didukung oleh dana Stimulan Kelurahan Tahun 2008.
Guna meningkatkan kemampuan pengolahan sampah tingkat Kelurahan Bukit Sangkal Palembang. Maka pada bulan Agustus 2008 ini akan dimulai pembangunan Instalasi 3R (reuse, reduce, recycling) melengkapi instalasi kompos sebelumnya yang sudah dibangun di RT.22 dan RT.28.
3R sendiri adalah program pengelolaan sampah terpadu yang mengutamakan prinsip memakai kembali barang-barang yang masih bisa dipakai (reuse), prinsip daur ulang (recycling) baik terhadap sampah organik maupun an organik, sehingga akan meminimalisir (reduce) sampah sisa yang dibuang ke pembuangan akhir.
Instalasi 3R memiliki bangunan yang permanen dan lebih disempurnakan. Terdiri atas 1 bangunan dengan 4 ruangan yaitu ruang kantor, ruang gudang, ruang mesin dan ruang proses/pemilahan. Dilengkapi dengan 3 jenis mesin yaitu mesin pencacah sampah, mesin pengayak kompos dan mesin penghancur plastik (crusher). Terletak di Jalan Sambung Rasa RT.22 Kelurahan Bukit Sangkal Palembang.
Instalasi 3R ini merupakan bantuan Dirjen PU Cipta Karya Departemen PU tahun Anggaran 2008.
(insert: gambar instalasi kompos Kelurahan Bukit Sangkal, sekarang sedang dibangun menjadi instalasi 3R)
Sejak 15 Juli 2008, telah dimulai pembangunan Proyek DEWATS di Sentra Industri Tahu Tempe RT.30 Kelurahan Bukit Sangkal. Proyek ini merupakan bantuan Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam rangka pelaksanaan Pilot Project Kelurahan Modern Berwawasan Lingkungan Bukit Sangkal 2008.
DEWATS PROJECT INDONESIA
Proyek DEWATS Indonesia adalah sebuah proyek kerjasama swasta antara organisasi nirlaba Jerman dan Indonesia yaitu Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA) dan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), dengan lembaga pelaksana C-BETech LPTP.
TUJUAN Adalah untuk mendukung masyarakat, institusi serta perusahaan kecil menengah dalam merencanakan, mendesain, dan membangun sistem pengolahan air limbah yang efektif, efisien, murah berdasarkan desain teknik baku
Kelebihan 1.Mengolah limbah domestik maupun industri 2.Biaya investasi rendah, tidak memakai suku cadang import 3.Efisien dan mampu mengolah limbah hingga 500 m3 4.Toleran terhadap fluktuasi air limbah 5.Konstruksi tahan lama dan dapat diandalkan 6.Perawatan mudah dan berbiaya rendah.
Instalasi ini selain akan menetralisir limbah tahu tempe juga menghasilkan biogas yang akan digunakan untuk proses dalam industri tahu tempe.
PRODUKSI GAS-BIO UNTUK PRODUK TAHU KAPASITAS 700 KG, DIHASILKAN ± 10.500 LITER GAS-BIO/HARI nKONSUMS GAS-BIO PER RUMAH TANGGA DENGAN 5 ORANG ANGGOTA, ± 2.000 LITER GAS-BIO/HARI n1 KG KEDELAI ~ 15 LITER BIOGAS / HARI n1 KG KOTORAN SAPI/BABI ~ 40 LITER BIOGAS/HARI n1 KG COD ~ 200 LT BIOGAS


